Universitas Suryakancana berdiri pada Tahun 1964 di Cianjur, Universitas Suryakancana pada awalnya merupakan penggabungan dua sekolah tinggi, yaitu Sekolah Tinggi Hukum (STH) dan  Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Suryakancana Cianjur. Universitas Suryakancana Cianjur telah tumbuh secara signifikan, sekarang memiliki 5 (lima) Fakultas, 13 (tiga belas) program studi dan 2 (dua) Program Pascasarjana.  

Fakultas yang ada pada Universitas Suryakancana adalah :

  1. Fakultas Hukum; 
  2. Fakultas Sains Terapan;
  3. Fakultas Teknik; 
  4. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan; dan
  5. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Adapun Program Pascasarjana terdiri dari : 

  1. Program Magister Ilmu Hukum; dan 
  2. Program Magister Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. 

Sebanyak 11 (sebelas) program studi diantaranya telah diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Sedangkan Universitas Suryakancana sudah terakreditasi BAN-PT, berkomitmen untuk mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi tantangan kerja/ bisnis pada masa depan. Pada masa milenium baru, situasi dan kondisi pembelajaran tentu berbeda dari kondisi sebelumnya. 

Kerja keras dan upaya dari Sivitas Akademika Universitas Suryakancana kepada masyarakat akademik diarahkan untuk mencapai VISI Keunggulan dalam Sains dan Teknologi, lulusan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Pencapaian Visi ini tidak lain melalui pelaksanaan MISI, yaitu Universitas Suryakancana Cianjur berkomitmen dalam bidang  akademik untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berkompeten, serta menjadikan Universitas Suryakancana Cianjur sebagai Universitas berkualitas baik di tingkat regional, nasional, dan global serta memiliki identitas unik sebagai bagian dari masyarakat Cianjur.

Secara geografis, Universitas Suryakancana terletak di Kabupaten Cianjur. Kabupaten Cianjur secara geografis terletak pada koordinat 106042’-1070 25’ Bujur  Timur  dan 6021’-7025’ Lintang Selatan,  dengan  luas  wilayah  kurang  lebih 361.434,98 hektar. Batas-batas wilayah derah Kabupaten Cianjur meliputi :

  1. Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Purwakarta ;
  2. Sebelah  timur  berbatasan  dengan  Kabupaten  Purwakarta,  Kabupaten  Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Garut;
  3. Sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Hindia;
  4. Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor.

Kabupaten Cianjur terkenal dengan beras pandanwangi, ayam pelung, manisan Cianjur, taucho, dan tempat wisatanya. Adapun tempat-tempat wisata yang terkenal di Kabupaten Cianjur adalah Situs Megaliticum (Gunung Padang); Kebun Raya Cibodas; Pantai Jayanti; Curug Citambur; Taman Nasional Gunung Gede Pangrango; Waduk Cirata; Tirta Jangari; dan masih banyak lagi tempat-tempat wisata lainnya yang terdapat di Kabupaten Cianjur. Maka jika melihat dari segi geografis dan kearifan lokal, maka Universitas Suryakancana Cianjur sangat diuntungkan karena memiliki banyak sekali lahan atau objek yang dapat diteliti, sebagaimana bentuk dari perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi  dalam meningkatkan  sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berkualitas. 

Maka dari pada itu  Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat merupakan agenda dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Suryakancana juga telah melaksanakan dan merencanakan penelitian-penelitian unggulan dan strategis dalam rangka menuju universitas yang berkualitas baik di tingkat regional, nasional, maupun global dengan tetap memiliki jati diri yang khas sebagai bagian dari masyarakat Cianjur. Untuk mencapai hal tersebut, Universitas Suryakancana telah menyusun Rencana Strategis Penelitian (Renstra Penelitian) Universitas Suryakancana Tahun 2016-2020.

Rencana Strategis Pengabdian (Renstra Pengabdian) Universitas Suryakancana Tahun 2016 merupakan suatu pedoman dan arahan kebijakan bagi pelaksanaan  penelitian unggulan  dan  strategis  yang  telah  digariskan  oleh  Universitas Suryakancana. Penelitian unggulan dan strategis termaksud dibuat dalam rangka mendukung menuju universitas yang berkualitas dalam jangka waktu tertentu (5 tahun). 

Dokumen yang dipergunakan dalam penyusunan Rencana Induk Penelitian adalah: Rencana Strategi (Renstra), Rencana Induk Pengembangan (RENIP), Academic Plan, Keputusan Senat Universitas terkait dengan penelitian, juga hasil maupun rencana para dosen yang mengabdi pada 5 (lima) Fakultas di lingkungan Universitas Suryakancana. Perencanaan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat yang dibuat tidak terlepas dari kearifan lokal yang mengakar di Kabupaten Cianjur. Terdapat  5 (lima) aspek yang mendukung penyusunan Renstra ini, yaitu Visi dan Misi Universitas Suryakancana, riwayat perkembangan dan capaian penelitian, peran unit kerja pengelola   penelitian,   potensi   yang   dimiliki   di   bidang   penelitian,   dan pengembangan kapasitas penelitian.

Renstra Bidang Pengabdian Universitas Suryakancana memiliki orientasi pengembangan penelitian dalam rangka Membawa Kesejahteraan Masyarakat Cianjur yang selaras dengan cita-cita luhur para pendiri Universitas Suryakancana maupun visi dan misi Universitas Suryakancana. Adapun fokus pengembangan penelitian untuk mendukung orientasi tersebut tertuang dalam 5 (lima) peta jalan (road-map) penelitian unggulan, yaitu:

  1. Pelestarian padi Pandanwangi dengan memperpendek masa tanam dan memperluas area persawahan;
  2. Pengembangan Posdaya di sekitar lokasi Gunung Padang dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar Gunung Padang;
  3. Penyusunan naskah akademik peraturan daerah yang berpihak kepada masyarakat Cianjur;
  4. Pembentukan Masyarakat Ekonomi Syariah dalam mendukung peningkatan  pengelolaan keuangan secara syariah di Kabupaten Cianjur selaras dengan slogan “Gerbang Marhamah” (Gerakan Pembangunan Masyarakat Berakhlaqul Karimah);
  5. Pendidikan dan Pengajaran berbasis kearifan lokal.

Renstra Bidang Pengabdian Universitas Suryakancana maupun road-map penelitian unggulan dan strategis yang ada, disusun menggunakan 2 (dua) pendekatan, yaitu berdasarkan usulan dari peneliti (bottom-up) dan  berdasarkan peraturan dari atas/ rektorat (top-down). Road map penelitian dalam Renstra Bidang Penelitian ini disusun berdasarkan pemetaan potensi penelitian yang ada di Universitas Suryakancana pada Tahun 2015. Pemetaan yang dilakukan berbasis pada payung penelitian di masing-masing Fakultas dan/ atau Pusat studi dan Agenda Riset Universitas Suryakancana Tahun 2016-2020, dengan mempertimbangkan: (1) topik dan judul penelitian yang didanai lembaga internal maupun eksternal, (2) kualifikasi akademik sumber daya manusia yang banyak mendukung bidang penelitian  yang diusulkan,  (3) bidang keilmuan  yang mendukung seperti program studi/ jurusan/ fakultas,  (4) sarana  pendukung  penelitian  (laboratorium,  pusat studi, pusat kajian),  (5)  jumlah  output  dan  outcomes  penelitian,  antara  lain publikasi  ilmiah  dalam bentuk jurnal nasional dan internasional,  HKI, Hak Cipta atau Paten dan teknologi tepat guna. Saat ini di LPPM terdapat 8 (delapan) pusat penelitian  dan pengabdian kepada masyarakat yaitu:

  • Pusat Studi Anti Korupsi (PUSAK);
  • Pusat Studi Wanita;
  • Pusat Inkubasi Bisnis;
  • Warung Sastra;
  • Faperta Agripreuner Center;
  • Unit Pengembangan Tilawatil Qur’an;
  • Laboratorium Manufaktur dan stuktur beton;
  •  Pusat Karir.

Peran serta dan tanggung jawab yang diemban oleh LPPM tersebut perlu disusun ke dalam Rencana Strategis (Renstra) yang cerdas dan dinamis untuk kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat  masa 5 (lima) tahun ke depan, karena Renstra sangat penting untuk menetapkan arah pengembangan agar kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat selalu terencana dan tercapai sesuai dengan sasaran yang kongkrit.

Kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat dapat ditingkatkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Dosen maupun mahasiswa dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN). Program pengabdian kepada masyarakat diarahkan untuk membantu pemerintah dalam upaya pemenuhan target Sustainable Development Goals (SDGs) dan Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Secara bottom-up, terdiri dari beberapa komponen berikut, yaitu:

  1. Karya ilmiah yang dibuat oleh dosen Universitas Suryakancana baik yang didanai dari Kementerian Riset dan Teknologi, Pemerintah Daerah,   Badan Penelitian Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (BP3IPTEK), Lembaga ataupun pihak lain;
  2. Hasil dari rumusan diskusi tematik dosen yang dijadwalkan secara bergilir, penelitian yang berbasis pengembangan akademik dan orientasi pengembangan penelitian;
  3. Kompetensi khusus dosen dalam pengembangan penelitian yang dikaitkan dengan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Cianjur.

Secara top-down, Renstra Bidang Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Suryakancana telah diselaraskan dengan:

  1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;
  2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Perguruan Tinggi;
  3. Peraturan Menteri Ristek Dikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi;
  4. Statuta Universitas Suryakancana Tahun 2015;
  5. Rencana Induk Pengembangan Universitas Suryakancana Tahun 2016-2020;
  6. Rencana Strategis Penelitian Universitas Suryakancana Tahun 2016-2020.

Full Download