Universitas Suryakancana pada awalnya merupakan penggabungan dua sekolah tinggi, yaitu Sekolah Tinggi Hukum  (STH) dan  Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Suryakancana Cianjur. Universitas Suryakancana sekarang memiliki 5 (lima) Fakultas, 13 (tiga belas) program studi dan 2 (dua) Program Pascasarjana.  Fakultas yang ada pada Universitas Suryakancana adalah Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Fakultas Agama Islam. Program Pascasarjana terdiri dari program Magister Ilmu Hukum dan Bahasa Indonesia. Sebanyak 11 (sebelas) program studi diantaranya telah diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Sedangkan Universitas Suryakancanasudah terakreditasi BAN-PT dengan hasil akreditasi C,  berkomitmen untuk mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi tantangan kerja/bisnis pada masa depan. Sebelumnya, pada tahun 2014, Program Pascasarjana Ilmu Hukum mendapat akreditasi B. Pada masa milenium baru, situasi dan kondisi pembelajaran tentu berbeda dari kondisi sebelumnya. Kerja keras dan upaya dari civitas academica Universitas Suryakancana kepada masyarakat akademik diarahkan untuk mencapai Visi Keunggulan dalam Sains dan Teknologi, lulusan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Pencapaian Visi ini tidak lain melalui pelaksanaan MISI, yaitu Universitas Suryakancana Cianjur berkomitmen dalam bidang akademik untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. Menjadikan Universitas Suryakancana Cianjur sebagai Universitas berkualitas baik di tingkat regional, nasional, dan global serta memiliki identitas unik sebagai bagian dari masyarakat Cianjur.

Universitas Suryakancana Cianjur telah tumbuh secara signifikan. Didirikan pada Tahun 1964 di Cianjur berasal dari penggabungan 2 (dua) Fakultas: Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi. Seiring dengan perkembangannya, jumlah kebutuhan masyarakat meningkat sehingga Universitas Suryakancana menambah beberapa fakultas yaitu Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Studi Islam. Dalam perjalanannya, terbentuklah Program Pascasarjana dengan dua program kekhususan Ilmu Hukum dan Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Secara geografis, Universitas Suryakancana Cianjur memiliki lahan yang luas dan berdekatan dengan hutan kota sehingga menjanjikan situasi akademik relatif lebih tenang.

Universitas Suryakancana terletak di Kabupaten Cianjur yang terkenal dengan beras Pandanwangi, dan hanya dapat ditanam pada 6 (enam) kecamatan di Kabupaten Cianjur, yaitu Kecamatan Cianjur, Cilaku, Cibeber, Warungkondang, Campaka dan Cugenang.

Selain itu, di kabupaten Cianjur terdapat Situs Megaliticum yang terkenal di dunia, yaitu Situs Gunung Padang. Situs ini terletak pada Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Perjalanan ke Situs Gunung padang dapat memakai kendaraan bermotor ataupun Kereta Api. Apabila naik kendaraan bermotor, dapat melewati Kecamatan Warungkondang maupun Kecamatan Campaka, di mana jarak lokasi Situs dari Kabupaten Cianjur, sekitar 20 km dari pusat kota.  Apabila naik Kereta Api, dari dari stasiun Cianjur ataupun Sukabumi sekitar 30 menit dari stasiun Kereta Api baik stasiun Kereta Api Cianjur maupun stasiun Kereta Api Sukabumi.  Situs Gunung Padang pertama kali Tahun 1914 yang termuat dalam Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD) atau Buletin Dinas Kepurbakalaan pemerintah Hindia Belanda. Seorang sejarawan Belanda ternama yaitu N. J. Krom sempat menguraikannya tetapi belum banyak keterangan lebih lanjut mengenai informasi keberadaannya.

Situs Gunung Padang merupakan peninggalan zaman batu besar yang tak ternilai harganya. Bentuknya berupa tiang-tiang dengan panjang rata-rata sekitar 1 (satu) meter dan berdiameter rata-rata 20 (duapuluh) cm, berjenis  andesit, basaltik, dan basal. Geometri ujung batu dan pahatan ribuan batu besar dibuat sedemikian rupanya teratur berbentuk pentagonal (lima sudut). Angka 5 juga seakan memberikan identitas pemujaan bilangan ‘5’ oleh masyarakat Sunda dahulu kala. Hal ini membedakannya dengan Babylonia yang menganggap sakral angka 11 atau Romawi Kuno dengan angka 7.  Simbol ‘5’ tersebut miRenstra Bidang Penelitian dengan tangga nada musik Sunda pentatonis, yaitu: da mi na ti na. Oleh karena itulah, selain kompleks peribadatan purba, banyak juga menyebut Situs Gunung Padang sebagai teater musikal purba. Kata “padang’” dalam bahasa Sunda berarti caang atau terang benderang. Ada juga pengertian lain dari istilah “padang”, yaitu: pa (tempat), da (besar; agung), dan hyang (eyang; moyang; leluhur), dari ketiga kata tersebut kemudian kata ‘padang’ dimaknakan sebagai tempat agung para leluhur. Balok-balok batu berserakan di mana-mana, berpusat di gunung yang berusia sangat tua sekali. Tidak hanya di sana tetapi juga di pesawahan, di sekitar rumah-rumah penduduk, bahkan diperkirakan masih tak terhitung jumlahnya tertanam di bawah bukit dan tanahnya yang amat subur. Lokasi situs ini berada di ketinggian 885 m dpl, di Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.

Salah satu agenda dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah penelitian, Universitas Suryakancana juga telah melaksanakan dan merencanakan penelitian-penelitian unggulan dan strategis dalam rangka menuju universitas yang berkualitas baik di tingkat regional, nasional, maupun global dengan tetap memiliki jati diri yang khas sebagai bagian dari masyarakat Cianjur. Untuk mencapai hal tersebut, Universitas Suryakancana telah menyusun Rencana Strategis Penelitian (Renstra Penelitian) Universitas Suryakancana Tahun 2016-2020.

Rencana Strategis Penelitian (Renstra Penelitian) Universitas Suryakancana Tahun 2016 merupakan suatu pedoman dan arahan kebijakan bagi pelaksanaan  penelitian  unggulan dan  strategis  yang  telah  digariskan  oleh  Universitas Suryakancana. Penelitian unggulan dan strategis termaksud dibuat dalam rangka mendukung menuju universitas yang berkualitas dalam jangka waktu tertentu (5 tahun). 

Dokumen yang dipergunakan dalam penyusunan Rencana Induk Penelitian adalah: Rencana Strategi, Rencana Induk Pengembangan (RENIP), Academic Plan, Keputusan Senat Universitas terkait dengan penelitian, juga hasil maupun rencana para dosen yang mengabdi pada 5 (lima) Fakultas di lingkungan Universitas Suryakancana. Perencanaan penelitian maupun penelitian yang dibuat tidak terlepas dari kearifan lokal yang mengakar di Kabupaten Cianjur. Terdapat  5 (lima) aspek yang mendukung penyusunan Renstra ini, yaitu Visi dan Misi Universitas Suryakancana, riwayat perkembangan dan capaian penelitian, peran unit kerja pengelola   penelitian,   potensi   yang   dimiliki   di   bidang   penelitian,   dan pengembangan kapasitas penelitian.

Renstra Bidang Penelitian Universitas Suryakancana memiliki orientasi pengembangan penelitian dalam rangka Membawa Kesejahteraan Masyarakat Cianjur yang selaras dengan cita-cita luhur para pendiri Universitas Suryakancana maupun visi dan misi Universitas Suryakancana. Adapun fokus pengembangan penelitian untuk mendukung orientasi tersebut tertuang dalam 4 (empat) peta jalan (road-map) penelitian unggulan, yaitu:

  1. Pelestarian padi Pandanwangi dengan memperpendek masa tanam dan memperluas area persawahan;
  2. Pengembangan Posdaya di sekitar lokasi Gunung Padang dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar Gunung Padang;
  3. Penyusunan naskah akademik peraturan daerah yang berpihak kepada masyarakat Cianjur;
  4. Pembentukan Masyarakat Ekonomi Syariah dalam mendukung peningkatan  pengelolaan keuangan secara syariah di Kabupaten Cianjur selaras dengan slogan “Gerbang Marhamah” (Gerakan Pembangunan Masyarakat Berakhlaqul Karimah);
  5. Pendidikan dan Pengajaran berbasis kearifan lokal.

Renstra Bidang Penelitian Universitas Suryakancana maupun road-map penelitian unggulan dan strategis yang ada, disusun menggunakan dua pendekatan, yaitu berdasarkan usulan dari peneliti (bottom-up) dan  berdasarkan peraturan dari atas/ rektorat (top-down). Road map penelitian dalam Renstra Bidang Penelitian ini disusun berdasarkan pemetaan potensi penelitian yang ada di Universitas Suryakancana pada Tahun 2015. Pemetaan yang dilakukan berbasis pada payung penelitian di masing-masing Fakultas dan/ atau Pusat studi dan Agenda Riset Universitas Suryakancana Tahun 2016-2020, dengan mempertimbangkan  : (1) topik dan judul penelitian yang didanai lembaga internal maupun eksternal, (2) kualifikasi akademik sumber daya manusia yang banyak mendukung bidang penelitian  yang diusulkan,  (3) bidang keilmuan  yang mendukung  seperti program studi/ jurusan/ fakultas,  (4) sarana  pendukung  penelitian  (laboratorium,  pusat studi, pusat kajian),  (5)  jumlah  output  dan  outcomes  penelitian,  antara  lain  publikasi  ilmiah dalam bentuk jurnal nasional dan internasional,  HKI, Hak Cipta atau Patent dan teknologi tepat guna.

Secara bottom-up, terdiri dari beberapa komponen berikut, yaitu:

  1. Karya ilmiah yang dibuat oleh dosen Universitas Suryakancana baik yang didanai dari Kementerian Riset dan Teknologi, Pemerintah Daerah,   Badan Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (BP3IPTEK), Lembaga ataupun pihak lain;
  2. Hasil dari rumusan diskusi tematik dosen yang dijadwalkan secara bergilir, penelitian yang berbasis pengembangan akademik dan orientasi pengembangan penelitian;
  3. Kompetensi khusus dosen dalam pengembangan penelitian yang dikaitkan dengan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Cianjur.

Secara top-down, Renstra Bidang Penelitian Universitas Suryakancana telah diselaraskan dengan:

  1. Statuta Universitas Suryakancana Tahun 2015;
  2. Rencana Induk Pengembangan Universitas Suryakancana Tahun 2016-2020;
  3. Rencana Strategis Universitas Suryakancana Tahun 2016-2020.

Full Download